RSBS Layani Kasus Bedah Anak

JEMBER – Berbagai upaya dilakukan guna menurunkan angka kematian pada bayi maupun balita. Sebab, sejumlah kasus kematian, khususnya pada bayi baru lahir masih menjadi permasalahan kesehatan. Termasuk diantaranya adalah kasus kelainan bawaan yang menjadi salah satu  penyebab terbesar kematian bayi dan anak dan Kabupaten Jember termasuk wilayah yang memiliki angka kematian bayi dan  anak dengan jumlah cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh dr Supangat, M.Kes Ph.D ,Sp.BA saat praktek di Rumah Sakit Bina Sehat Jember.

Menurut Supangat, yang termasuk dalam kasus kelainan bawaan yaitu megacolon atau kondisi tidak buang air besar (BAB) lebih dari 24 jam sejak bayi tersebut dilahirkan. Adanya gangguan pada usus besar (colon) sehingga menyebabkan gangguan saat pengosongan kotoran (feses). Pada bayi baru lahir, kasus tersebut diakibatkan adanya permasalahan pada saraf yang ada di colon hingga ke anus.

“Seharusnya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam bayi yang baru dilahirkan sudah BAB dalam jumlah yang cukup. Jika BAB terlambat, segera periksakan sebelum menyebabkan infeksi,” jelasnya.

Dokter spesialis bedah anak yang praktek tiap Senin dan Rabu itu mengatakan, selain kasus megacolon ada pula kasus lain yang kerap kali terjadi pada bayi yaitu lahir dengan kondisi tanpa anus. Kondisi ini menyebabkan makanan dan minuman yang masuk ke tubuh tidak dapat dikeluarkan sehingga terjadi penumpukan. Jika dibiarkan atau tidak segera ditangani menyebabkan beragam gangguan, mulai dari kembung hingga infeksi dari sisa kotoran.

“Penanganan kasus bayi yang tidak memiliki anus berbeda tergantung jenis kasusnya. Namun yang pasti kesemuanya membutuhkan tindakan operasi, hanya berbeda pada jenis dan tahapan operasi yang dijalankan,” tutur pria kelahiran Wonosobo tersebut.

Terakhir, Supangat menambahkan, pentingnya pemahaman para orang tua terhadap kesehatan anak sebaiknya perlu ditingkatkan. Sebagai contoh, ia menyebutkan, terlalu dini memberikan makanan pada bayi dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaannya. Padahal, usus si bayi belum siap untuk menerima makanan. Jika dipaksakan bisa saja bayi mengalami BAB berupa darah.

“Tidak sedikit ada kasus bedah anak yang ditangani disebabkan oleh terlalu awal memberikan makanan pada bayi. Pisang adalah salah satu jenis makanan yang sering diberikan sebagai makanan awal. Inilah yang perlu dipahami oleh orang tua,” pungkas dokter lulusan Korea ini.

Jika memerlukan konsultasi terkait bedah anak lebih lanjut, segera datang ke RS Bina Sehat di Jl. Jayanegara 7, Kaliwates, Jember atau menghubungi bagian pendaftaran di nomor (0331) 412361 atau (0331) 422701 ext. 111 (RSBS).

 

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tanya disini
1
Apa yang bisa saya bantu?
Hallo, Ada yang bisa kami bantu?