Jaga Kesehatan Ginjal Agas Hidup Berkualitas

JEMBER – Sebagai salah satu organ penting dalam tubuh manusia, ginjal harus dijaga sebaik mungkin agar tetap berfungsi dengan baik. Sebab, fatal akibatnya jika ginjal bermasalah.
Disampaikan oleh dr. Yuli Hermansyah, Sp.PD, dokter penyakit dalam RSBS sekaligus Penanggung Jawab Unit Hemodialisa (HD) RSBS, berkat ginjal, tubuh mampu membuang limbah yang tidak berguna. Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengendalikan tekanan darah, menyerap nutrisi, maupun menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh.
“Melihat fungsi ginjal tersebut, sudah sangat jelas alasannya mengapa kita harus menjaga kesehatan ginjal,” tutur Yuli.
Kesadaran untuk menjaga kesehatan ginjal perlu untuk diketahui dan dipahami oleh setiap orang. Terutama untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan gagal ginjal, memiliki tekanan darah tinggi, menderita diabetes mellitus, perokok, obesitas, dan berusia lebih dari 50 tahun.
“Termasuk orang yang sering mengonsumsi obat anti nyeri tanpa pengawasan dokter akan lebih beresiko mengalami penyakit ginjal,” ungkap Yuli.
Dijelaskan, ada 8 aturan emas untuk menjaga kesehatan ginjal. Diantaranya, tetap fit dan aktif, monitor tekanan darah, konsumsi makanan sehat dan jaga berat badan, berhenti merokok, hindari konsumsi obat secara rutin tanpa resep dokter, serta lakukan pemeriksaan gula darah secara teratur.
“Akan lebih baik untuk mencegah dari pada mengobati. Bagi yang belum sakit ginjal sedini mungkin untuk melakukan pencegahan,” pungkasnya.
Bagi mereka yang telah terkena penyakit ginjal kronis, belum terlambat untuk melakukan pencegahan. Dalam hal ini, pencegahan yang dapat dilakukan yaitu merawat ginjal sebaik mungkin dengan cara minum obat yang diberikan dokter secara teratur agar tidak sampai ke stadium lima.
“Stadium lima adalah kondisi seseorang harus melakukan cuci darah (dialisis) dengan rutin atau melakukan transplantasi ginjal. Saat ini, jumlah pasien stadium lima tersebut kecenderungan meningkat,” terang Yuli.
Pasien dengan penyakit ginjal kronis tersebut akan mengalami keterbatasan dalam beraktivitas sehari-hari. Ditambah lagi efek samping yang harus dihadapi, seperti kelelahan, nyeri, gangguan tidur, dll. Oleh karena itu, dukungan dan semangat dari orang terdekat sangat dibutuhkan bagi pasien penyakit ginjal kronis.
“Sesuai dengan tema peringatan Hari Ginjal Sedunia tahun 2021, yaitu Living Well with Kidney Disease (Hidup Berkualitas dengan Penyakit Ginjal), jika keluarga dapat memberi dukungan, maka kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik akan lebih baik,” ungkapnya.
Hal tersebut diakui oleh Suhariono (39), pasien penyakit ginjal kronis yang telah menjalani cuci darah di RSBS sejak tahun 2014. Dukungan dari keluarga membuat ia masih tetap semangat dan beraktivitas sebagai guru.
“Meski harus cuci darah 2 kali dalam seminggu, alhamdulillah saya masih bisa melakukan berbagai kegiatan dengan mandiri. Semua itu tidak lepas dari dukungan keluarga,” ujarnya. (RSBS)

 

Sumber : Radar Jember (16/03/2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *