Suka Duka Relawan Duafa

Mencari, Membantu, hingga Mendampingi Pasien Dhuafa

JEMBER – Setiap tanggal 5 Desember diperingati sebagai Hari Relawan Sedunia sebagaimana ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1985. Di RS Bina Sehat Jember, sejak tahun 2009 tercatat ada ribuan relawan dhuafa dengan senantiasa membantu dan mendampingi para pasien untuk dapat dioperasi gratis dalam Sinergi Aki Kemanusiaan Operasi Gratis bagi Dhuafa yang digagas oleh dr. Hj. Faida, MMR yang kini kembali aktif bertugas setelah cuti kampanye.

Relawan dhuafa yang terdiri dari berbagai kalangan itu menyisakan suka duka saat mereka mulai menjemput, menemani, hingga mengantarkan pasien dhuafa. Rudi Hartono, misalnya. Relawan dhuafa yang berprofesi sebagai tukang becak itu terketuk menjadi relawan dhuafa sejak 2013 silam. Bahkan ia tahu persis bagaimana perasaannya saat memerlukan operasi tapi apa daya biaya tak ada.

“Sebab saya pernah mengalami, anak saya terlahir dengan bibir sumbing dan harus dioperasi tapi gak punya uang dan gak bingung mau kemana. Itulah mengapa akhirnya saya jadi relawan dhuafa. Banyak warga yang perlu ditolong,” katanya.

Meski operasi tersebut gratis bagi dhuafa, tak sedikit yang takut ketika akan dibantu untuk mendaftar di RS Bina Sehat Jember. Hal serupa sempat dialami Umi Latifah. Ibu rumah tangga dari Kecamatan Ambulu ini menceritakan usahanya saat mengajak pasien dhuafa untuk diperiksa di RS Bina Sehat Jember.

“Banyak pasien dhuafa yang mau operasi, tapi banyak juga yang takut. Saat sampai di RS Bina Sehat Jember, semuanya ditangani dengan baik oleh RS Bina Sehat,” jelasnya.

Kisah unik relawan dhufa lainnya ialah para mahasiswa UIJ yang urunan menyewa mobil untuk mengantar 5 pasien dari Dusun Pakel, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk ke RS Bina Sehat Jember. Meski sempat kesulitan akses jalan, transportasi, dan cuaca yang tidak mendukung saat mencari pasien, tetapi semangat dan ikhtiar mahasiswa UIJ tidak surut. Terbukti, mereka rela door to door ke rumah warga.

“Setelah menghadapi berbagai kendala, ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan karena kami bisa membantu, mengantar dan mendampingi pasien sampai tiba di RS Bina Sehat Jember,” papar Hoirul Basar.

Sementara itu, drg. Yunita Puspita Sari P., M.Kes Direktur RS Bina Sehat Jember mengatakan, kehadiran relawan dhuafa sangat membantu, khususnya para pasien dhuafa. Sebab, banyak pasien yang tidak tahu adanya aksi kemanusiaan ini karena tidak memiliki akses informasi, maupun transportasi. Oleh karena itu, peringatan Hari Relawan Sedunia ini kami apresiasikan kepada seluruh relawan dhuafa yang dengan sukarela membantu para pasien dhuafa

“Tidak ada kriteria khusus untuk menjadi relawan dhuafa. Siapapun dan apapun pekerjaannya bisa berkesempatan menjadi relawan dhuafa. Sebab, jika kita menanam sebuah kebaikan, maka suatu saat kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri. ,” katanya. (RSBS)

SUKA DUKA RELAWAN DHUAFA: Tahun 2015, saat rombongan mahasiswa UIJ mengantar pasien dhuafa  dengan kendaraan yang disewa secara urunan.

Sumber : Radar Jember (08/12/2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *