Lebih Banyak Waktu bersama Anak

Sisi Positif Belajar Secara Daring

JEMBER – Sejak bulan Maret lalu, pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah diterapkan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona. Akses internet pun dimanfaatkan untuk proses belajar secara online atau melalui daring (dalam jaringan) yang dalam pelaksanaannya muncul berbagai respon dari orang tua. Kendati demikian, banyak dampak positif yang dapat diambil dari cara pembelajaran tersebut.

Psikolog dari Klinik Psikologi Bina Sehat, Nurul Rachmi Kurniawati, M.Psi., Psikolog menjelaskan, tak dapat dipungkiri adanya kendala yang ditemui, seperti faktor geografis, kemampuan finansial, dan ketiadaan pendamping saat belajar daring. Namun, sebenarnya sisi positif dari momen itu ialah memberikan kesempatan bagi orangtua untuk meluangkan waktu lebih banyak dengan anak.

“Faktor-faktor itu memang dapat mengakibatkan stres, baik bagi orangtua maupun anak. Oleh karena itu, keduanya perlu mengupayakan proses belajar daring dengan sebaik-baiknya,” jelas Nurul.

Adapun beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan oleh orangtua, antara lain mengidentifikasi masalah dan meningkatkan komunikasi dengan anak, pro-aktif dan meningkatkan komunikasi dengan pihak sekolah atau wali murid lain, terbuka terhadap informasi dan tekonologi daring, dan semaksimal mungkin mendampingi anak belajar ataupun mengerjakan tugas.
“Jika tidak memungkinkan untuk mendampingi proses belajar di pagi hari karena bekerja, maka perlu disampaikan kepada guru agar ada solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Selain itu, perlu dipikirkan untuk meminta bantuan pada orang lain yang terpercaya untuk bisa menemani anak belajar di rumah,” kata Nurul.

Nurul melanjutkan, dalam kondisi seperti ini observasi terhadap kondisi kesehatan fisik dan mental anak pastikan tidak terlewat. Sebab, orangtua tidak bisa terlalu keras menuntut anak dalam situasi pandemi yang belum berakhir. Tuntutan yang berat justru akan mempengaruhi kesehatan mental dan fisiknya.

“Berikan waktu kepada anak untuk beristirahat yang cukup dan menjamin kebahagiaan anak dengan memperhatikan segala kebutuhan sesuai kemampuan yang dimiliki orangtua. Siapkan diri untuk menjadi tempat berkeluh kesah bagi anak,” paparnya.

Terakhir, Nurul menambahkan, anak sebagai peserta didik juga harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik walaupun sedang tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Orangtua dapat mengajak anak untuk terbuka jika ada kendala saat belajar secara daring,” pungkasnya. (RSBS)

Hal yang Perlu Disampaikan Orangtua Kepada Anak :
1. Berusaha mengikuti proses belajar dengan baik dan tidak mudah menyerah
2. Memberitahu orangtua jika ada kesulitan yang dialami
3. Tidak segan untuk meminta bantuan orantua jika ada tugas yang diberikan guru
4. Tetap menjalin hubungan pertemanan dengan teman sekelas walau tidak bertemu langsung
5. Memahami jika orangtua memiliki keterbatasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *