Jangan Sembarangan Minum Obat

Tanpa Dosis dan Jumlah yang Tepat, Dapat Merugikan

JEMBER – Mewabahnya gejala infeksi virus corona (Covid-19), membuat masyarakat mencari cara agar “selamat” dengan berburu masker, hand sanitizer, bahkan hingga mengonsumsi obat tertentu yang diharapkan dapat mencegah virus.

            Apoteker RS Bina Sehat Jember, Maulidia Rahmani, S. Farm., Apt. mengatakan, kondisi tersebut dapat dipahami sebagai bentuk upaya menjaga diri dari kemungkinan buruk Covid-19, akan tetapi tidak serta merta dapat disahkan sebagai cara yang benar.

            “Obat, mulai dari klorokuin, vitamin c, dan suplemen imunomodulator seperti Echinaceae, boleh digunakan apabila rasio manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan kerugiannya,” katanya.

            Namun perlu diketahui, Maulidia meneruskan, baik obat maupun vitamin pada dasarnya memiliki efek samping masing-masing. Ketika seseorang mengonsumsi obat yang tidak diperlukan, maka setidaknya akan ada dua kerugian.

            “Pertama, efek samping yang akan dirasakan, mulai dari efek samping ringan hingg berat. Kedua, dari segi farmako-ekonomi yaitu seseorang mengeluarkan biaya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan,” paparnya.

            Dijelaskan, klorokuin pada awalanya adalah obat yang digunakan sebagai antimalaria yang kemudian digunakan sebagai imunosupresan pada penyakit-penyakit autoimun seperti Lupus. Efek samping klorokuin sendiri diketahui tidak sembarangan, di antaranya gangguan penglihatan, kerontokan rambut, hingga yang berat adalah gangguan jantung dan pernapasan.

            “Jadi, klorokuin digolongkan sebagai obat keras dan bisa dilayani jika ada resep dokter. Itu supaya obat tersebut hanya diminum oleh orang yang benar-benar membutuhkan berdasarkan pemeriksaan klinis oleh dokter,” jalas Maulidia.

            Sedangkan vitamin c dalam dosis tepat memang baik untuk menjaga daya tahan tubuh karena bersifat anti oksidan dan dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian. Tetapi, vitamin C dalam bentuk asamnya (Ascorbic Acid) dapat mengiritasi lambung sehingga menyebabkan gangguan pencernaan seperti nyeri perut, perut kembung, diare, juga nyeri ulu hati.

            “Apabila vitamin c dikonsumsi lebih dari 2000mg per hari dalam waktu jangka panjang, dapat menyebabkan batu ginjal. Sebab, vitamin hanya digunakan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi tetapi bukanlah pengganti nutrisi dari makanan,” tandasnya.

Terakhir, imunomodulator, ialah obat yang merangsang atau memperbaiki kekebalan tubuh. Imunomodulator memang diketahui mampu meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat juga merugikan. Sebagai contoh, meningkatnya kekebalan secara berlebihan, meningkatkan sensitifitas yang berujung rentannya tubuh terhadap alergi dan resiko autoimun.

            “Diimbau kepada masyarakat agar mengonsumsi obat hanya bila diperlukan serta sesuai dosis dan jumlah yang tepat. Sebab, setiap obat memiliki efek tersendiri ketika salah menggunakannya. Sebaiknya hubungi dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan anda, serta konsultasikan perihal obat dengan apoteker,” pungkasnya.

Hindari Asal Minum Obat : Minum obat dengan dosis dan jumlah yang tepat hanya bila diperlukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *